PRESS RELEASE PELKESI “PELKESI MENGUPAYAKAN PEMENUHAN HAK KESEHATAN MELALUI PELAYANAN MOBILE CLINIC, PENGUATAN POSYANDU DAN MEMBANGUN KESIAPSIAGAAN BENCANA BIDANG KESEHATAN”

Rumah Kita, Palu (9/10) Persekutuan Pelayanan Kristen untuk Kesehatan di Indonesia (PELKESI) melakukan respon kemanusian di Sulawes...

Rumah Kita, Palu (9/10)





Persekutuan Pelayanan Kristen untuk Kesehatan di Indonesia (PELKESI) melakukan respon kemanusian di Sulawesi Tengah sejak 1 Oktober 2018. Setelah melakukan need assessment dan koordinasi intensif bersama Puskesmas, Dinas Kesehatan, Pemerintah Desa dan berbagai NGO, maka sesuai mandat organisasi PELKESI melakukan layanan kesehatan berupa Mobile Clinic, Home Visit, Promosi Kesehatan, Penguatan Posyandu, dan Membangun Kesiapsiagaan Kesehatan kepada para penyintas gempa bumi, tsunami dan likuifaksi di Kabupaten Sigi, Palu dan Donggala.
Pencapaian yang Sejak Oktober 2018 hingga September 2019 yang bisa disebutkan antara lain:

1.      Pelayanan mobile clinic telah melayani 9.722 pasien di wilayah Kulawi, Gumbasa, Tanambulava, Taweili, Biromaru, Tanantovea, Sindue, Sindue Tambusabora, dan Balaesang Tanjung. Pelayanan mobile clinic telah mampu memenuhi hak-hak masyarakat terdampak, khususnya hak untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas dalam situasi pasca bencana. Berdasarkan temuan kasus penyakit, terdapat 2.596 pasien (26,7%) dengan kasus penyakit menular dan 7.126 pasien (73,3%) dengan kasus penyakit tidak menular. penyakit menular terbanyak yang ditemukan yaitu ISPA, Dermatitis, Common Cold, Diare, dan RFA (Rinofaringitis Akut/peradangan akut). Sementara 5 penyakit tidak menular yang banyak ditemukan yaitu Hipertensi, Myalgia (nyeri otot), Dispepsia (nyeri perut), Chepalgia (sakit kepala), dan Diabetes Melitus.
2.      Penguatan Posyandu di 10 desa (Tuva, Simoro, Sibalaya Barat, Sibalaya Utara, Kelurahan Pantoloan Induk, Kelurahan Baiya, Wani Satu, Wani Dua, Lero Tatari, dan Enu). PELKESI membantu segera mengaktifkan kembali kegiatan Posyandu yang sempat terhenti pasca bencana. Sebanyak 31 Posyandu sudah berjalan normal dan didukung kader-kader yang terlatih. PELKESI memperkuat pelayanan Posyandu terutama untuk mengisi Meja 4: Penyuluhan dan Pemberian Makanan Tambahan dan Meja 5: Pelayanan Kesehatan. Kegiatan yang dilakukan PELKESI:

a.   Pelatihan Pemberian Makanan Bayi dan Balita (PMBA) serta Pengolahan Bahan Makan Lokal bagi 110 kader Posyandu dan 11 Bidan Desa di 11 Desa. Kegiatan ini untuk membekali kader agar memiliki ketrampilan mencegah bertambahnya angka stunting dan gizi buruk pasca bencana serta mempersiapkan masyarakat agar mampu menyediakan makanan sehat dan bervariasi dengan mengolah bahan makanan lokal yang ada di sekitarnya.

b.      Memberikan support PMT (makanan tambahan) berbahan lokal di 31 Posyandu Balita setiap bulan sejak bulan Februari 2019.
c.       Bantuan meja dan kursi lipat untuk mendukung 5 meja pelayanan Posyandu di 10 Desa/Kelurahan.
d.      Bantuan alat untuk 31 Posyandu berupa oven, dandang, wajan, panci gagang, teflon, saringan, spatula, dan pisau dapur. Peralatan ini diharapkan mendukung kegiatan Posyandu, terutama untuk kegiatan pemberian makanan tambahan balita.

e.       Bantuan alat antropometri dan pelatihan penggunaannya untuk Posyandu di 10 desa/kelurahan. Kader kesehatan yang bertugas di Posyandu memiliki ketrampilan tambahan dalam menggunakan alat-alat antropometri (pengukuran LILA, termometer, tinggi badan, berat badan) dan juga termometer serta tensimeter. Hal ini meningkatkan kualitas pelayanan Posyandu untuk memantau perkembangan dan kesehatan anak Balita serta ibu hamil.

f.       Mengisi Meja 4 dengan promosi kesehatan tentang cuci tangan pakai sabun, pengolahan makanan untuk balita, ASI eksklusif, dsb., serta mengisi Meja 5 dengan memberikan pelayanan kesehatan dasar oleh tim medis Pelkesi. Pendampingan Pelkesi dalam kegiatan Posyandu, terutama untuk layanan di meja 4 (penyuluhan) dan meja 5 (pelayanan kesehatan) memberi pengaruh pada kehadiran ibu hamil dan balita dalam kegiatan bulanan tersebut. Pelayanan mengisi meja 4 dan 5 ini juga menambah kualitas kegiatan posyandu.

g.      Pelatihan Konseling KB Pasca Persalinan bagi Bidan. Pelatihan Konseling KB Pasca Persalinan mampu meningkatkan kemampuan 16 bidan di 10 desa dan 6 Puskesmas dalam memberikan konseling berimbang. KB Pasca Persalinan yaitu upaya untuk mencegah kehamilan yang tidak diinginkan dan kehamilan dengan jarak yang rapat/berisiko selama 12 bulan pertama setelah persalinan.

3.      Pelkesi membangun kesiapsiagaan dan pengurangan risiko bencana di 10 Desa/Kelurahan di Sigi, Palu, dan Donggala. Kegiatan ini dikoordinasikan dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Kesehatan, Pemerintah Desa, dan pihak lain yang terkait. Beberapa upaya yang telah dilakukan Pelkesi, antara lain:

a.       Pelatihan Emergency First Aid (EFA) bagi awam dan bidan desa. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan pertolongan pertama bagi korban, mengurangi kesakitan dan mencari pertolongan yang tepat sebelum tim medis tiba di lokasi bencana/kecelakaan. Warga yang dilatih EFA akan menjadi tim kesehatan dari Tim Siaga Bencana Desa yang dibentuk.
b.      Pelatihan Pelayanan Kesehatan Tradisional (Akupresur dan Obat Tradisional/Jamu) agar warga menjaga kesehatan dan mengatasi keluhan sederhana sakit saat belum ada bantuan medis. Sebanyak 30 peserta pelatihan dari 10 desa telah membagikan ilmunya kepada masyarakat di desa mereka sehingga telah mengenal, menginventarisir dan mengolah tanaman berkhasiat obat di sekitar menjadi obat tradisional berupa jamu (minuman segar dan instan) untuk kebugaran dan meningkatkan kesehatan.
c.       Pelatihan Asset Based Community Development (ABCD) =Pengembangan Masyarakat Berbasis Aset, dilaksanakan di 10 Desa dengan menitikberatkan pentingnya mengidentifikasi asset, peluang dan kekuatan masyarakat desa, mimpi dan harapan masyarakat untuk membangun kesiapsiagaan bencana dan mengurangi risiko bencana.
d.      Workshop dan pelatihan pengurangan risiko bencana di 10 Desa. Di Desa Simoro dan Wani I telah membentuk Tim Siaga Bencana Desa yang dibiayai dari Dana Desa.

4.      Bantuan lainnya yang diberikan Pelkesi yaitu distribusi 9.600 feminim kit untuk perempuan usia produktif dan penyuluhan tentang kesehatan reproduksi, distribusi 52 tempat sampah di huntara, mengaktifkan kegiatan Posbindu (pos pembinaan terpadu) Lansia dengan memberikan support makanan tambahan, senam lansia, dan pemeriksaan kesehatan bagi lansia di 12 Posbindu  sejak Juni 2019.
Berdasarkan gambaran pencapaian tersebut, PELKESI telah berkontribusi terhadap bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana di Sulawesi Tengah, baik di masa emergency/darurat, transisi, maupun rehab dan rekonstruksi. PELKESI sebagai salah satu lembaga kemanusiaan yang bergerak di isu kesehatan, turut mengupayakan pemenuhan hak kesehatan masyarakat terdampak bencana, penguatan Posyandu, dan membangun kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Salam kemanusiaan.
Palu, 9 Oktober 2019
Gbr 1: PELKESI melayani kesehatan kelompok Lansia di 10 Desa sejak Juni 2019
Photo Credit: Dokumentasi PELKESI

Gbr 2: Tim Medis PELEKSI memberikan pemeriksaan kesehatan gratis bagi Bayi, Balita dan Ibu Hamil di 31 Posyandu sejak Juni 2019
Photo Credit : Dokumentasi PELKESI


Gbr 3            :   Tim PELKESI bersama para pimpinan gereja Bala Keselamatan, Gereja Kristen Sulawesi Tengah dan 
                          Gereja Protestan Indonesia Donggala pada Orientasi Kesehatan  Bagi Pimpinan Gereja di Sulawesi Tengah
Photo credit : Dokumentasi PELKESI

PERSEKUTUAN
PELAYANAN KRISTEN UNTUK KESEHATAN DI INDONESIA (PELKESI) – SULAWESI TENGAH
Jalan Banteng III, Perumahan Bumi Anggur Blok GG 10, Kel. Birobuli Selatan, Kec. Palu Selatan, Kota Palu, Telp. 082123794879 Email: pelkesi.sulteng@gmail.com
CP: Sukendri Siswanto (Project Manager PELKESI di Sulawesi Tengah)








Related

Diakonia 5797164832157320979

Posting Komentar

emo-but-icon

Kabar Terhangat

Situs Web PGI

Berita Terbaru

item