KOALISI TOLAK TAMBANG BENTANG SPANDUK RAKSASA "TOLAK PT. DAIRI PRIMA MINERAL (DPM) DI WILAYAH RAWAN BENCANA"

Rumah Kita, 28 Agustus 2019 Rilis Per Yayasan Diakonia Pelangi Kasih (YDPK), PETRASA, Jaringan Advokasi Tambang (JATAM), Perhimpu...

Rumah Kita, 28 Agustus 2019


Rilis Per


Yayasan Diakonia Pelangi Kasih (YDPK), PETRASA, Jaringan Advokasi Tambang (JATAM), Perhimpunan Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat Sumatera Utara (Bakumsu), Sada Ahmo (Pesada) dan FOR Dairi melakukan aksi bentang spanduk raksasa sebagai bentuk penolakan terhadap investasi tambang yang melakukan eksploitasi di tanah Dairi (26/8). Aksi dilakukan di sawah sebagai lambang kemakmuran masyarakat Dairi yang mayoritas hidup dari pertanian. Ketergantungan masyarakat cukup besar atas air, lahan dan hutan.

PT Dairi Prima Mineral yang merupakan anak perusahaan dari Bumi Mineral Resources telah menjual sahamnya kepada NFC China. Pemberian izin pinjam pakai kawasan hutan untuk usaha pertambangan kepada PT DPM sangat bertentangan dengan kebergantungan masyarakat pada kelestarian kawasan hutan tersebut. Faktanya masyarakat telah melakukan kegiatan budidaya pertanian dan kehutanan jauh sebelum kedatangan perusahaan tambang. Kehadirannya sangat berpotensi merusak hutan,sumber air dan selanjutnya menghilangkan sumber pendapatan masyarakat dari sektor agroforestry.

Industri ekstraktif pertambangan bersifat rakus akan air, tanah dan energi listrik dalam skala besar. Aktifitas tambang diawali dengan pengerukan perut bumi yang memiliki dan berpotensi menghancurkan bentang alam agar mendapat hasilnya. Daya rusak industri tambang adalah malapetaka yang mengalir dari hulu ke hilir. Potensi kerusakan tidak hanya dirasakan oleh masyarakat yang ada pada saat ini saja tapi juga akan diwariskan dari generasi ke generasi.

Berdasarkan pernyataan Presiden Jokowi pada acara Rakornas BNPB se-Indonesia, bahwa rencana pembangunan harus dilandaskan pada aspek-aspek pengurangan risiko bencana. Menurut hasil studi geologi, bahwa posisi proyek tambang PT Dairi Prima Mineral berada di kawasan patahan Renun dan terletak di pegunungan Bukit Barisan (membentang Aceh-Lampung) rangkaian dari busur vulkanik (banyak merapi aktif). Berdasarkan Peta Indeks Rawan Bencana Provinsi Sumatera Utara menunjukkan bahwa Kabupaten Dairi masuk dalam zona merah (tingkat kerawanan sangat tinggi). Oleh sebab itu, proyek PT DPM dianggap tidak mempertimbangkan aspek kebencanaan. Riset menunjukkan bahwa proyek ini berada di  wilayah rawan bencana.

Melalui aksi dan pernyataan sikap ini, kami meminta pemerintah bertindak tegas untuk tidak memilih industri tambang sebagai pembangunan ekonomi di Kabupaten Dairi. Pemerintah seharusnya memilih pengembangan pertanian sebagai ekonomi berkelanjutan di tanah Dairi.

Kami juga meminta dengan tegas agar Menteri ESDM untuk meninjau ulang kembali pemberian ijin yang sudah dikeluarkan atas pertimbangan aspek kebencanaan di wilayah Dairi demi keselamatan warga Dairi hari ini dan di masa depan.
Sumber foto: Dokumentasi PDPK
Kredit foto: Sitampanlaut


Related

Terkini 3018908128443474726

Posting Komentar

emo-but-icon

Kabar Terhangat

Situs Web PGI

Berita Terbaru

item