PUISI UNTUK PEDAGANG PASAR HORAS

Rumah Kita (12/5) PUISI UNTUK PEDAGANG PASAR HORAS (Dina Mariana Lumban Tobing) Mata yang sayu kurang tidur kini membelalak Kema...

Rumah Kita (12/5)


PUISI UNTUK PEDAGANG PASAR HORAS
(Dina Mariana Lumban Tobing)

Mata yang sayu kurang tidur kini membelalak
Kemarahan menuntutnya demikian
Mulut yang kering karena kehausan terpanggang mentari kini mengerang
Pukulan Polisi menuntut mulut bungkam menjadi mulut yang garang
Kepala yang biasanya dingin mendadak panas
Luka akibat pentungan polisi mendesak darah mengalir deras
Amarah dan rasa sakit karena ditindas menyatu bersama ngengat matahari yang semakin menukik terik
Mereka bangkit melawan
Menyebarkan sadar dan melahirkan solidaritas dari pemuda seantero negeri
Merebut perhatian media pemberitaan
Mencekal pemerintah lalim bin zolim

Mereka
Kini menjadi bidan
Bidan keberanian di dada pemuda sekitarnya
Bidan yang membuat gelora perlawanan lahir dan berlari menggenggam tangan yang lemah
Bidan yang membantu lahirnya gegap gempita dan sorak sorai kemenangan yang direbut bersama

Mereka pedagang di Pasar Horas yang kukuh dan teguh melawan angkara
Adalah guru
Yang mengajar anak-anaknya dan sejumlah anak  bangsa untuk turut urunan dalam kemelut
Yang mendidik anak bangsa di sekitarnya tentang keteguhan meringsekkan keserakahan pemodal

Mereka yang bergerak bersama adalah sejatinya manusia utuh
Sadar apa yang mereka butuhkan
 tahu bagaimana cara mempertahankannya dari musuh
Salam hormatku untuk kalian seluruh
Aku ingin abadikan semua tutur dari cerita kalian yang utuh

Related

Terkini 8783513221441969206

Posting Komentar

emo-but-icon

Kabar Terhangat

Situs Web PGI

Berita Terbaru

item