GMKI Cabang Sidikalang Mengikuti Kegiatan Global Christian Youth Conference

Rumah Kita GMKI Cabang Sidikalang Mengikuti Kegiatan Global Christian Youth Conference  Minggu, 23 April 2017 Gerakan Mahasiswa Krist...

Rumah Kita

GMKI Cabang Sidikalang Mengikuti Kegiatan Global Christian Youth Conference 
Minggu, 23 April 2017

Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) melaksanakan Kegiatan pekan Kerukunan Nasional 2017 dan Global Christian youth conference di Hotel Sintesa Paninsula Manado yang di hadiri oleh Wakil Presiden Republik Indonesia ( Jusuf kalla), Mufida Jusuf Kalla, Sekretaris Jenderal World Student Christian Federation ( Necta Montes dari Filipina ), Menteri  hukum dan ham ( Yasonna Laoly ), Gubernur dan wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, wakil Ketua WSCF (Immanuel Kitnan) dari Srilanka, delegasi student Christian movement dari Myanmar, Hongkong, Filipina, India, Malasya, Vietnam, Malawi, Firlandia, Hongkong, Singapura, China, Makau, Thailand, Timor Leste, korea Utara, Cote D’ivoire, cabang se tanah air, para ormas dari Sulawesi Utara dan  pemuda Gereja.
Kegiatan yang dibuka oleh Wakil Presiden Republik Indonesia ini mengangkat tema “ Torang semua Ciptaan Tuhan “ yang artinya semua manusia di Republik ini memiliki hak yang sama di Negeri ini.
Gubernur Sulawesi Utara (SULUT) dalam sambutannya menyampaikan kepada Wakil Presiden RI dan seluruh peserta yang hadir bahwa Kerukunan di Sulawesi Utara terpelihara dengan baik. Hal ini dapat tercipta karena masyarakat memiliki kesadaran yang tinggi bahwa hidup kita untuk menghidupkan manusia lainnya.  Sulawesi Utara disebut kota kerukunan  karena segala perbedaan menjadi kekuatan bagi mereka. Semua rakyat hidup berdampingan dan saling menghormati.
Wakil Presiden RI dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Gubernur Sulawesi utara atas kerja keras dalam menjaga kerukunan umat beragama, dan menjaga keharmonisan hidup bermasyarakat. Presiden Yusuf kalla juga menyampaikan bahwa tidak ada Negara yang maju tanpa perdamaian. Beliau juga menyampaikan cara mencapai suatu kerukunan yaitu mengutamakan persamaan dan menghormati perbedaan karena semua Agama memiliki tujuan yang sama yaitu kebaikan.
Dalam peringatan hari pekan Kerukunan Nasional disemangati dengan Dialog kerukunan yang mana pembicaranya adalah pemuka agama dari Protestan, Hindu, Budha, islam, khatolik dan konghucu. Dari dialog para pemuka agama dapat disimpulkan bahwa perbedaan itu adalah ciri khas bangsa Indonesia yang menjadi kekayaan Indonesia. Kekayaan  yang tidak dimiliki oleh bangsa lain. Perbedaan ini menjadi kekuatan bangsa Indonesia dalam mendirikan bangsa ini. semua agama mengajarkan kebaikan dan mengakui adanya Tuhan yang Maha esa. Meski cara beribadah berbeda, kitab suci berbeda tetapi isi kitab tersebut mengajarkan kebaikan dan kedamaian. Agama itu damai bukan membuat rusuh. Pemahaman agama yang sempit dan hitam putih perlu diperbaiki melalui Musyawarah dan gotong royong. Sepatutnya kita menghargai keberagaman dan menjaga kerukunan antar suku, ras dan agama.
Peserta berharap apa yang disampaikan oleh Wakil Presiden dan seluruh pemuka agama kepada peserta kiranya disampaikan juga kepada seluruh warga Indonesia, agar intoleransi yang saat ini mengancam keutuhan Republik ini dapat terselesaikan.

Senin, 24 April 2017Berbagi Pengalaman


Suasana damai dan rukun yang dapat peserta nikmati di kota Manado menjadi semangat baru bagi seluruh peserta dalam melanjutkan kegiatan Global Christian Youth Conference dalam membicarakan perdamaian dunia.
Perdamaian dunia yang sulit diwujudkan menjadi salah satu pergumulan bagi mahasiswa Kristen saat ini. Sehingga seminar Global Christian Youth Conference ini  mengangkat thema “Thirst for Peace“. Dimana sekarang ini dunia digoncang oleh kekuatan yang ingin memecah belah dan menghancurkan kerukunan  antar umat. Manusia di dunia hidup dalam ketakutan dan penindasan sehingga banyak orang pesimis akan terwujudnya  perdamaian .
Sekjen World Student Cristian Federation ( WSCF ) Necta Montes dari Filipina dan ketua WSCF Kitnan dari Srilanka menyampaikan pengalamannya dalam menyikapi konflik yang terjadi di berbagai negara.   Dengan mengadakan  dialogue bersama mahasiswa dari berbagai Negara untuk memetakan berbagai konflik yang terjadi dan mencari solusi bersama. Turun kedaerah konflik untuk meninjau dan mempelajari situasi dan kondisi serta tinggal bersama masyarakat dan melakukan pendampingan juga pendidikan bagi masyarakat.
Necta menyatakan perdamaian adalah meniadakan perang/  konflik antar Negara, antar agama dan antar masyarakat.
  Dalam kegiatan ini juga kita akan bertukar pikiran akan masalah –masalah yang terjadi di Negara kita masing-masing. Sebagai kaum muda kita harus hadir ditengah Negara menjadi solusi atas permasalahan yang ada.

Enterpreneurship

Untuk mewujudkan perdamaian dunia dibutuhkan peran aktif pemuda dalam masyarakat, materi yang dibawakan oleh pak Sapta ini  menekankan bagaimana pemuda dapat menempatkan diri dalam pengembangan masyarakat secara berkelanjutan. Namun yang menjadi tantangan para pemuda dalam melaksanakan perannya adalah masalah ekonomi. Kurangnya kepedulian dalam memfasilitasi para pemuda yang memiliki intelektual dan keahlian untuk mengembangkan dan merefleksikan keahliannya ditengah masyarakat menjadi suatu masalah. Untuk itu dibutuhkan suatu wadah untuk menampung dan memberdayakan kaum muda dalam menempatkan keahlian yang dimiliki.
Di zaman ini kegiatan wirausaha dapat menjawab pergumulan tersebut. Mencari solusi melalui dunia usaha. Pemuda  dituntut untuk dapat memahami dunia wirausaha, baik untuk pengembangan diri sendiri juga masyarakat.
Gloria Morgen ( seorang Enterpreneurship )  menjelaskan dunia wirausaha yang saat ini telah berkembang ditengah masyarakat. Beliau telah membina  banyak kelompok masyarakat dalam berwirausaha. Uang/modal bukan penghalang, karena sekarang ini banyak perusahaan atau kelompok yang memberikan modal usaha untuk pengembangan masyarakat.
Gloria Morgen juga menjelaskan langkah-langkah dalam membina masyarakat untuk berkecimpung di dunia usaha yaitu :  memilih satu masalah yang lebih specific, melakukan diskusi bersama kaum muda lainnya, meninjau  lokasi, membuat rencana dan memilih bidang usaha yang ingin dibuat.
Dunia usaha saat ini menjadi solusi akan masalah perekonomian yang menjadi tantangan dalam mewujudkan perdamaian.

Pemuda memiliki tugas besar dalam  menciptakan perdamaian dunia. namun banyak pemuda saat ini yang bersikap radikalisme, tidak memahami konstitusi dan nilai – nilai kebangsaan.
Direktur Leimena Institute menyatakan untuk menjadi agen perdamaian, pemuda harus memiliki iman yang kuat dan pemahaman yang benar akan kitab suci juga belajar memahami nilai yang dikandung dasar Negara kita. Pancasila tidak berbicara tentang kepercayaan seseorang tapi berbicara tentang esensi Ilahi yang menyatukan kita.  Pemuda harus menjadi inspirasi dan solusi atas konflik yang terjadi.




Selasa, 25 April 2017


Hari ini adalah hari terkhir menikmati suasana di hotel peninsula, cerita di resto saat menikmati sarapan pagi  dan tidur yang lelap di kamar hotel  peninsula akan menajdi kenagan, kegiatan seminar Global Christian Youth conference akan ditutup pagi ini.
Setelah menikmati sarapan saya dan teman-teman masuk ke ruangan seminar, duduk bercerita dengan teman-teman sambil menunggu kedatangan seseorang yang telah diundang oleh paanitia untuk menutup kegiatan seminar.
Menteri Pemuda dan olahraga memasuki ruangan yang didampingi oleh pengurus Pusat GMKI. Sebelum menutup kegiatan Menteri pemuda dan olahraga memberi  arahan kepada peserta . beliau mengatakan
“’Perbedaan adalah takdir terindah yang di anugerahkan Tuhan. Indonesia bukan Negara sekuler, bukan Negara Islam tetapi Negara yang kaya perbedaan atau keberagaman. Itu semua kokoh dan kuat menjaga kesatuan Indonesia. Sitou timou timou tu ( pepatah Minahasa ) yang artinya manusia hidup untuk menghidupkan manusia. Yang mana sudah kewajiban kita untuk mengabdi kepada Tuhan dan wajib berahklak kepada manusia lain. Kita harus tetap Negara yang bangga terhadap konstitusi dan menghargai perbedaan. Kita harus mendalami pendidikan kebhinekaan, pemahaman menerima perbedaan sebagai kekuatan bukan ancaman.” Setelah menyampaikan pesan tersebut kegiatan seminar ditutup secara resmi.
Riuh tepuk tangan memenuhi ruangan tersebut. Sebelum keluar dari ruangan para peserta meminta kesediaan pak menteri untuk berfoto bersama. Keramahan bapak menteri ini menjadi satu inspirasi bagiku, jiwa mudanya dekat dengan pemuda, peserta bergantian menggandeng pak menteri untuk berfoto, semua yang ingin berfoto diladeni dengan baik tanpa jarak.





PERAN AKTIF PEMUDA DALAM PENGENTASAN NARKOBA




Negeri kita telah diracuni oleh kejahatan luar biasa yaitu penyalahgunaan narkoba. Penyalahgunaan narkoba adalah salah satu kejahatan dunia yang merusak kehidupan bangsa.  Sebagai generasi penerus bangsa pemuda Kristen memiliki Peran penting  dalam pengentasan Narkoba  demikian disampaikan oleh direktur Peran Serta Masyarakat BNN an. Dra. Sinta Dame Simanjuntak.
Narkoba bukan hanya masalah Indonesia tetapi masalah dunia, penyalahgunaan narkoba merugikan bangsa disegala aspek kehidupan.  Jumlah penyalahguna narkotika yang tinggi menyebabkan Indonesia menjadi sasaran peredaran gelap narkotika.Permasalahan sosial meningkat, pengguna Narkotika kehilangan jati diri dan moral yang sehat, sehingga sering melakukan tindakan yang meresahkan masyarakat. Kriminalitas semakin tinggi dan kesehatan semakin buruk hal ini dilihat dengan adanya bayi yang sudah tersentuh narkoba.  Penyalahgunaan narkoba juga berdampak negative terhadap  perekonomian Negara. Per tahun 2014, estimasi kerugian biaya ekonomi  sebesar + 63,1 trilyun dan  Kemiskinan semakin meningkat.
  Untuk melaksanakan tugas  peran dalam pengentasan narkoba  kita sebagai pemuda dituntut untuk memiliki pengetahuan yang luas, memiliki kesadaran /kepedulian terhadap  masyarakat , bangsa dan Negara, memiliki keterampilan dan kemandirian untuk merangkul kaum muda dan masyarakat melakukan tindakan-tindakan positif untuk menciptakan perubahan.
Drs. Sinta juga menjelsakna mengapa Indonesia memberlakukan Hukuman Mati  terhadap pengedar narkoba untuk menjawab pertanyaan dari para peserta, “ memang hukuman mati berlawanan dengan iman kita, akan tetapi kita harus memikirkan bangsa kita, 1 gram Narkotika membunuh milyaran jiwa, kita butuh ketegasan dalam menyelamatkan rakyat, keputusan ini bukan keputusan yang mudah dibuat oleh pemerintah tapi dengan penuh pertimbangan.”
Marilah kita mensosialisasikan kepada masyarakat untuk tidak menyalahgunakan narkoba, demi masa depan kita dan bangsa yang cemerlang.




Rabu, 26 April 2017
PENUTUPAN KEGIATAN
GLOBAL CHRISTIAN YOUTH CONFERENCE




Sejuknya udara pagi menyegarkan jiwa saat matahari menampakkan wajahnya, rasanya di timur ini matahari cepat keluar dari persembunyiannya, pukul 05.00 Wita saja sudah seperti pukul tujuh pagi. Aku dan teman –teman beres-beres dikamar,mulai dari mandi, sarapan, mengenakan pakaian dan siap berangkat ke kota Bitung.
Mobil tamu telah siap meluncur di jalan yang sangat mulus, membawa kami menuju kota Bitung. Sepanjang perjalanan aku menikmati pemandangan Indah di sepanjang jalan, nyiur melambai yang tak hilang dari pandangan seakan menyapaku, mengajakku bernyanyi dan menari sambil menikmati kebersihan kota Bitung.
Setelah sekira 2 jam perjalanan akhirnya kami tiba di Bitung kota ikan, kami memasuki kantor Wali kota Bitung yang diiringi tarian khas Bitung.
Ibadah penutupan yang dipimpin oleh Pdt. Marselin membawa kesan tersendiri bagiku, berita paskah yang sangat dalam masih hangat di kota Bitung, beliau menyatakan agar Pemuda Kristen dapat berperan aktif di dalam gereja sebagai agen perdamaian.
Sebelum kegiatan Global Christian Youth Conference ditutup, Alan singkali menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua yang berperan aktif dalam kegiatan ini. Kegiatan ini adalah sejarah baru bagi GMKI dalam melaksanakan kegiatan Internasional secara Mandiri. Alan Singkali menyatakan harapannya agar  berita kerukunan dan kedamaian kita sebarkan keseluruh penjuru dunia,  Indonesia adalah damai, pemuda adalah aset yang harus kita bangun karena pemuda  adalah estafet pembangunan Dunia.
Sekjen WSCF (Necta Montes) juga menyampaikan apresiasi bagi GMKI yang telah menyelenggarakan kegiatan ini, beliau mengatakan “ tidak mudah membuat kegiatan, butuh tenaga, pikiran dan persiapan yang matang, dan saya senang mengikuti kegiatan ini karena Kerukunan di Indonesia itu kuat “.
Sebelum menutup kegiatan Sekretaris kota Bitung (Audi Pangemanan ) mengatakan ‘ terimakasih kepada GMKI yang telah mengapresiasi pemuda untuk mempersatukan kaum muda untuk membawa perdamaian dunia dan mewujudkan syalom Allah, terimakasih telah  memilih kota bitung tempat penutupan Global Christian Youth Conference, dan kami juga menyambut baik bila GMKI akan melaksanakan Konperensi Nasional ( KONAS ) di kota Bitung”. Sekretaris kota Bitung juga mempromosikan  kekayaan kota Bitung. Di kota Bitung terdapat 7 perusahaan ikan dari 14 perusahaan ikan di Indonesia, kekayaan alam ( flora dan fauna ) dan lautan sebagai kawasan pariwisata. Namun  kota Bitung tidak memiliki Danau. Ada satu keunikan kota Bitung yaitu upaya mereka untuk menjadikan kota Bitung rendah karbon. Jadi sekarang ini pemerintah Bitung berusaha untuk tidak menggunakan plastic dalma pertemuan –pertemuan untuk mengurangi penggunaan plastik. Pemerintah kota Bitung juga menyerahkan cinderamata kepada sekjen WSCF, juga mengajak seluruh peserta untuk melihat tempat wisata di kota Bitung.
Penutupan kegiatan pun selesai,seluruh peserta menikmati makan siang yang telah disediakan oleh pemko. Bitung. Setelah menikmati makan siang kamipun berangkat ke Pelabuhan.
Satu lagi pemandangan yang indah di kota ini yaitu lalu lintas yang tertib, di kotaku tak kutemui tertibnya lalu lintas seperti di kota ini, saat serene mobil patroli Polisi bunyi semua mobil minggir dan mempersilahkan mobil tamu lewat baru mereka jalan. Sungguh sambutan yang luar biasa dari masyarakat, tak pusing kita membunyikan klakson seperti di kotaku, bila mobil ambulance sudah meraung-raung ingin lewat, mobil-mobil yang lain malah semakin kencang dan tidak memboarkan ambulance mendahului jalan.
Kami naik kapal untuk menyeberang ke tempat tujuan dan menikmati pemandangan indah di sekeliling lautan, angin mesra membelai tubuh dan sambutan nyiur yang melambai-lambai, Indonesia benar-benar kaya.
Tiba dipelabuhan kami turun dan naik mobil yang membawa kami meluncur ke temapt wisata yang baru di resmikan yaitu patung Yesus yang sangat besar, tak usah pergi ke luar negeri lagi untuk melihat patung Yesus karena di Indonesia sudah ada. Lanjut perjalanan ke pantai Kahona yang memiliki pemandangan yang Indah. Menikmati perjalanan ini aku teringat akan Tao silalahi, suasana dan pemandangan hampir sama, jalannya yang naik-turun, berliku-liku bedanya di kampungku danau dan pohon pinus kalau di kota Bitung adanya laut dan pohon kelapa yang berjejer.

Senang mengikuti kegiatan ini, pengalaman berharga yang menjadi inspirasi untukku. Aku semakin menyukai Profesiku untuk memperdalam bahasa asing yang selama ini tak pernah  ku gunakan dan ternyata aku bisa. Kebersihan kota Manado dan kota Bitung yang tak mengenal kota atau desa, kebersihan itu kebutuhan. Di sumatera banyak kota wisata tapi yang membuatnya kurang diminati mungkin karena kebersihan masyarakat, keamanan, ketertiban lalu lintas, keadaan jalan juga keasrian lingkungan. Ramah tamah  masyarakat juga menjadi salah satu hal menarik bagi kota wisata, ditempat ini aku tidak merasa seperti oranglain, sudah seperti kampung sendiri mulai tiba sampai kembali.  

UOUS

Posting Komentar

emo-but-icon

Kabar Terhangat

Situs Web PGI

Berita Terbaru

item