IMAJINASI POLITIK

Rumah Kita I  Aku terbayang wajahmu, kemudian muntah. aku ingat janji manismu semanis bibir perempuan yang kau khianati Aku geram ...

Rumah Kita



Aku terbayang wajahmu,
kemudian muntah.
aku ingat janji manismu
semanis bibir perempuan yang kau khianati
Aku geram

II
Batas keindahan tak lagi ada
Itu dulu, ketika Sastra tidak dikhianati
Aturan kemudian muncul
Layaknya wahyu
Lalu, bicara pun dibungkam

III
Demi perut buncit berkaret
Kau ciptakan imajinasi gilamu
Aturan yang membahana
Kemudian kritik kau sebut sebagai Dosa?

IV
Tuhan baru sudah diciptakan
bernama MODAL !!!
Manusia tak lagi manusia
Bermulutkan kenajisan kotor!
Menyemburkan sampah dan kotoran
Kebohongan terselubung, rapi
demikianlah Imajinasi tercipta
Rakyat diberdaya melalui politik
Yang mereka sebut sebagai Hak Manusia

V
Jika politik adalah hak segala manusia
Lalu bagaimana dengan kritik?
berlakukah ia dalam politik Indon yang kacau itu?

VI
Secangkir kopi tanpa gula
memelintir llidahku untuk berkata jujur
tak ada lagi guna kau kritik
jangan-jangan penjara kau dapat
lantas, irama jemari semakin tak karuan,
sebab kritikan sudah dijerat aturan
menguntungkan kaum elit.
Biadab!

Akhir
Imajinasimu menyesatkan kebebasan berfikir manusia
manusia yang kau dominasi dengan berjibun aturan
kebiadaban masih berlangsung dan terrus menerus sampai batas waktu berakhir
Kau tak dapat membungkam Kebenaran
Sebab Kebenaran akan menemukan jalan menuju Pemberontakan

pemberontakan terhadap imajinasi ciptaanmu
kau, Penguasa beserta aturan-aturan yang Kau buat
Biadab!
sebiadab Soeharto memainkan perannya dalam sejarah Indon


[Pidong Si Gak]
Medan, 20 Januari 2017





Related

Sastra 9040711436539574611

Posting Komentar

emo-but-icon

Kabar Terhangat

Situs Web PGI

Berita Terbaru

item